Media lokal yang dikutip Reuters memberitakan, gempa itu merusak beberapa bangunan dan melukai puluhan orang. Juru bicara pemerintah Jepang Yoshihide Suga menuturkan, beberapa bangunan hancur.
Namun ia tidak memberikan detail lebih lanjut. Agen berita Kyodo melaporkan, ada sekitar 40 orang yang dilarikan ke rumah sakit karena luka akibat gempa. Itu baru dari kota Kumamoto saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Listrik di sekitar 16 ribu rumah di area yang sama pun padam akibat gempa. Sekitar 38 ribu rumah di Kumamoto juga tidak mendapatkan suplai gas karenanya. Beberapa kereta cepat juga dihentikan.
Namun yang perlu diperhatikan, gempa tidak menimbulkan peringatan tsunami. Regulator nuklir yang ada di pusat tenaga listrik tidak mengalami masalah. Nuclear Regulation Authority mengatakan, tidak ada hal yang tak biasa dari tiga pusat tenaga nuklir di selatan Kyushu.
Menurut catatan US Geological Survey, getaran terjadi beberapa kali. Getaran lain kembali dirasakan sekitar pukul 15.03 GMT. Awalnya itu juga disebut-sebut berkekuatan 6,4 SR namun kemudian direvisi hanya menjadi 5,9 SR semata.
Sebelumnya, Jepang pernah diguncang gempa lebih hebat. Getarannya tercatat berkekuatan 9 SR, pada Maret 2011. Gempa itu menimbulkan tsunami yang menewaskan sekitar 20 ribu orang dan mematikan tenaga nuklir yang jadi kekuatan Jepang. (rsa/rsa)