Dikutip dari The Guardian, gempa dikhawatirkan akan meningkatkan aktivitas vulkanik di pulau Kyushu yang dikenal dengan gunung berapinya yang sangat aktif.
Lihat juga:Gempa Bumi Kembali Mengguncang Jepang |
Badan Meteorologi Jepang, JMA, mengatakan saat ini terus mengawasi aktivitas gunung berapi usai gempa. "Kami mengawasinya dengan ketat, tapi sepertinya tidak ada perubahan di Asosan atau gunung berapi lain sejak gempa," ujar juru bicara JMA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puluhan gempa susulan terjadi usai lindu mengguncang wilayah itu di kedalaman 10 km sekitar pukul 21.00 pada Kamis waktu setempat. Sembilan orang meninggal dunia dan lebih dari 850 lainnya terluka.
Kondisi terparah terjadi di kota Mashiki, Kumamoto. Total ada 44 ribu warga yang dievakuasi di kota tersebut.
Sekolah dasar di Kumamoto telah menampung sekitar 300 orang. Kebanyakan para pengungsi mengaku tidak tenang tidur karena gempa susulan terus terjadi sepanjang malam.
"Kami mengalami gempa sepanjang malam, jadi banyak yang tidak bisa tidur nyenyak," kata kepala sekolah SD Hiroyasu Barat, Sosuke Tanaka.
Sekitar 120 gempa susulan mengguncang setelah getaran pertama terjadi. Kekuatan gempa susulan antara 4-5 skala richter.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan telah menurunkan polisi, pemadam kebakaran dan tentara untuk operasi penyelamatan. Korban diperkirakan masih akan terus bertambah.
Makanan berupa roti dan air dibagikan bagi para mengungsi pada Jumat pagi. Tentara menyisir lokasi untuk melihat seberapa besar kerusakan akibat bencara. (den)