Dukungan militer AS kepada negara sekutu Teluk memungkinkan pemerintahan Presiden Barack Obama untuk membantu memerangi kelompok yang bertanggung jawab atas tragedi 9/11 dan serangan di kantor majalah satire Charlie Hebdo di Paris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah UEA meminta AS memberikan bantuan untuk evakuasi medis dan pencarian tempur serta misi penyelamatan sebagai bagian dari permintaannya terhadap bantuan kekuatan udara, intelijen dan dukungan logistik AS. Belum jelas apakah pasukan operasi khusus AS, yang kini ditempatkan di Irak, Suriah dan Afghanistan, juga diminta untuk membantu UEA.
Menurut keterangan pejabat AS, UEA tengah mempersiapkan kampanye melawan AQAP. Namun, para pejabat AS itu menolak memberikan rincian serangan.
UAE memainkan peran penting dalam koalisi pimpinan Saudi yang memerangi pemberontak Houthi di Yaman, yang kerap disebut bersekutu dengan Iran.
Terkait permintaan bantuan dari UEA, Gedung Putih dan Pentagon menolak memberikan komentar secara resmi. Pejabat pemerintah UEA juga tidak memberikan komentar.
Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi dan kelompok pemberontak Houthi menerapkan gencatan senjata sementara sejak Minggu, meskipun terdapat sejumlah laporan pelanggaran.
Meskipun beberapa kali meluncurkan serangan yang signifikan, termasuk menewaskan pemimpin AQAP tahun lalu, upaya kontraterorisme AS terpecah akibat perselisihan kedua kubu yang bertikai di Yaman.
Konflik ini memburuk dan memaksa evakuasi personel intelijen dan militer AS dari Yaman pada awal 2015. (ama)