Gempa berkekuatan 7,8 Skala Richter mengguncang pesisir Pasifik pada Sabtu waktu setempat dan dirasakan warga di sekitar pegunungan Andes yang berpenduduk 16 juta jiwa, menimbulkan kepanikan.
Presiden Rafael Correa memilih bergegas pulang setelah melakukan kunjungan kenegaraan dari Italia setelah mengetahui jumlah korban tewas mencapai 233 orang. “Prioritas tercepat adalah menyelamatkan orang-orang yang terperangkap puing,” kata Correia dalam akun Twitter miliknya. “Semuanya bisa dibangun kembali, namun nyawa tidak bisa dikembalikan dan itu yang paling melukai hati.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ada banyak orang terperangkap di pelbagai tempat dan kami mulai melakukan operasi penyelamatan,” kata Wakil Presiden Ekuador Jorge Glas yang mengatakan pada pagi hari sebelum melakukan penerbangan ke wilayah-wilayah terdampak gempa.
Glas mengatakan jumlah korban tewas 77 orang dan 588 terluka bisa bertambah. Pemerintah Ekuador sendiri telah menetapkan status gawat darurat di enam provinsi.
Pejabat Ekuador mengatakan ada 135 gempa susulan di Pedernales. Satu foto di media sosial memperlihatkan sebuah jalan yang telah terkoyak dengan pemandangan mobil di tengah dan orang yang berdiri di belakangnya.
Di Guayaquil, kota terbesar di Ekuador, puing-puing berserakan di jalanan dan sebuah jembatan ambruk menimpa sebuah mobil. “Pemandangannya sangat menakutkan, kami semua takut dan masih berada di jalan karena takut ada gempa susulan,” kata penjaga keamanan di Guayaquil, Fernando Garcia.
Sekitar 13,500 personel keamanan dimobilisasikan untuk menjaga keamanan di sekitar Ekuador, dan pinjaman senilai US$ 600 juta dari peminjam multilateral diaktifkan sebagai dana darurat. (bag)