"Adalah mungkin serangan yang dilakukan di Bandara dan Kereta Brussels awalnya menargetkan Paris, namun mereka mengubah targetnya," kata Herman dalam pemaparannya tentang serangan di Brussels dalam acara bertajuk The General Briefing on Counter Terorism yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT), di Jakarta, Selasa (19/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fabrice menyatakan tiga dari sembilan pelaku serangan Paris merupakan warga Belgia. Serta dua orang yang ikut membantu persiapan serangan itu juga berasal dari Belgia, mereka adalah Saleh Abdeslam dan Mohammed Arbini.
Dalam serangan di Paris yang dilakukan oleh tiga kelompok teroris, kata Fabrice, mereka datang secara terpisah ke kawasan Paris langsung dari Belgia di hari sebelum kejadian.
"Tiga mobil yang digunakan setiap tim disewa dari Belgia oleh Saleh dan adiknya Ibrahim Abdeslam," ungkap Fabrice.
Kelompok tersebut menempati apartemen di selatan dan utara Paris, yang juga disewa oleh Saleh dan Ibrahim.
Sementara itu, seorang pelaku bom bunuh diri di Belgia, Khalid El Bakraoui menyewa sebuah apartemen beberapa hari sebelum serangan. Khalid ternyata juga menyewa sebuah flat untuk pelaku serangan Paris tinggal di Belgia sebelum mereka bertolak ke Paris. (ama/stu)