Kepala antimafia dan antiterorisme Italia, Franco Roberti, mengatakan polisi menemukan bukti bahwa mafia Italia dan "tersangka teroris" melakukan perdagangan ganja hashish-getah ganja yang dipadatkan.
Roberti, 68, mengatakan rute perdagangan penyulundupan campuran dimulai dari Casablanca, Moroko, melalui Aljazair dan Tunisia ke Trobuck di Libya timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun penggunaan ganja melanggar hukum Syariah, ISIS dikabarkan mendapatkan jutaan dolar dari penjualan barang tersebut. Sebuah laporan yang diterbitkan lembaga IHS pada Senin kemarin menunjukkan hampir tujuh persen pendapatan ISIS berasal dari pendagangan narkoba.
Sedangkan bagi kelompok mafia, lebih dari 32 miliar euro per tahun dari perdagangan obat terlarang, menurut Badan Narkotika dan Kejahatan PBB.
Roberti mengatakan ISIS dan mafia tradisional, seperti Costa Nostra dari daerah Sisilia, melakukan kejahatan serupa, layaknya “terorisme internasional membiayai diri mereka sendiri dengan aktivitas kriminal khas mafia, seperti penyelundupan narkoba, penyelundupan barang-barang komersil, penyelundupan minyak, penyelundupan peninggalan arkeologi dan seni, penculikan untuk meminta tebusan dan pemerasan."
Namun Roberti juga percaya bahwa dekriminalisasi ganja akan menjadi senjata kuat untuk melawan pedagang ilegal dan teroris ini.
"Dekriminalisasi atau bahkan legalisasi pasti akan menjadi senjata melawan para pedagang, diantara mereka ada teroris yang mendapat uang dari sana,” ujarnya. (stu)