Menurut juru bicara Kementerian Energi AS, DOE, mereka akan membayar US$8,6 juta atau lebih dari Rp113 miliar untuk air berat dari Iran. Air berat adalah komponen penting bagi pembuatan senjata dan energi nuklir, namun bukan merupakan zat radioaktif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru runding nuklir Iran Abbas Araqchi mengatakan puluhan ton air berat itu terjual kepada sebuah perusahaan di AS. Zat ini bisa digunakan untuk pengembangan semikonduktor atau pencitraan resonansi magnet nuklir.
Namun DOE menegaskan bahwa AS tidak akan menjadi pelanggan tetap Iran. Mereka menyerukan negara lain juga membeli air berat dari Iran untuk mengurangi material pemroduksi senjata nuklir itu.
Menurut Araqchi, Iran memiliki kelebihan air berat hingga 70 ton. Saat ini, kata dia, mereka tengah bernegosiasi untuk menjualnya ke berbagai perusahaan di luar AS.
Keputusan AS ini menuai kritikan dari ketua parlemen Paul Ryan. Anggota dewan dari Partai Republik ini dalam pernyataannya mengatakan dengan pembelian ini pemerintah AS malah akan "mensubsidi secara langsung program nuklir Iran."
DOE rencananya akan menjual kembali air berat dari Iran ke berbahaya perusahaan riset dan komersial di dalam negeri, termasuk laboratorium milik pemerintah. (den)