Seperti dilansir Reuters, Obama akan mengumumkan penambahan personel ini di Hanover, Jerman, pada Senin (25/4), sehari setelah ia mendiskusikan krisis Suriah dengan Kanselir Angela Merkel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat pertama kali menjabat sebagai Presiden AS pada 2008, Obama bertekad untuk meredam perang di Timur Tengah. Namun setelah itu, ia menekankan pentingnya mengirimkan pasukan untuk membantu penyelesaian konflik di Irak, Suriah, dan Afghanistan.
Obama baru saja menyelesaikan rangkaian kunjungannya ke Riyadh, di mana Arab Saudi menyampaikan kekhawatiran terhadap komitmen AS dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah yang dianggap mulai berkurang.
Setelah pertemuan dengan para pejabat Saudi, Obama justru mengenyampingkan pertanyaan mengenai penambahan jumlah tentara pasukan khusus di Suriah dengan mengatakan bahwa "Tidak ada pilihan yang baik" jika perundingan damai tak tercapai.
Obama menjelaskan bahwa koalisi pimpinan AS untuk melawan ISIS sebenarnya sudah mengalami perkembangan pesat dalam menjalankan misi untuk merebut kembali wilayah di Suriah dan Irak serta memangkas keuangan kelompok teror tersebut.
"Kami memiliki momentum dan kami harus menjaga momentum itu," katanya. (ama)