Pemimpin Partai Pekerja Kurdistan (PKK), Cemil Bayik, sebenarnya mengatakan bahwa kelompok mereka bersedia untuk bernegosiasi, tapi tidak akan menyerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bayik kemudian menekankan bahwa keinginan PKK bukanlah untuk memisahkan diri dari Turki.
"Kami tidak ingin membelah Turki. Kami hanya ingin hidup di dalam daerah Turki, di tanah kami sendiri yang bebas. Perjuangan akan terus berlanjut hingga hak bawaan Kurdi terpenuhi," katanya.
Pernyataan ini sekaligus menampik komentar penasihat kepresidenan Turki, Ilnur Cevik, yang mengatakan bahwa PKK mencoba untuk membangun sebuah negara terpisah di Turki.
"Kami akan berjuang terus untuk menghentikan ini. Rakyat Turki yang kini menentukan, menurut jajak pendapat publik. Mereka berkata, 'Jangan berhenti.'"
Seperti diberitakan The Telegraph, gencatan senjata antara pemerintah dan PKK sebenarnya sudah berlangsung selama dua tahun sebelum akhirnya gagal akibat bentrokan pada Juli tahun lalu.
Sejak saat itu, kekerasan meningkat, termasuk dengan serangan udara ke markas-markas PKK di utara Irak.
PKK sendiri sudah dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh Turki, Uni Eropa, dan Amerika Serikat. (ama)