Wakil komandan operasi dan intelijen koalisi Amerika Serikat penggempur ISIS, Peter Gersten, mengatakan bahwa penurunan drastis itu terpantau dari catatan jumlah militan asing pada tahun lalu. Namun, ia enggan menyebut jumlah jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga akhir tahun lalu, ISIS masih menjadi ancaman besar. Menurut kepala mata-mata Inggris, Suriah menjadi "inkubator" bagi generasi baru militan sejak ISIS merekrut 31 ribu warga asing selama 18 bulan terakhir.
Namun kini, Gersten mengatakan jumlah orang yang membelot dari ISIS meningkat meskipun tak menjabarkan lebih lanjut angka pastinya.
"Kami melihat keretakan dalam moral mereka. Kami melihat ketidakmampuan mereka [ISIS] untuk membayar. Kami melihat ketidakmampuan untuk bertempur. Kami melihat mereka mencoba meninggalkan ISIS dengan cara apapun," katanya. (stu)