"Empat belas Rohingya, termasuk anak-anak yang berusia beberapa tahun, ditemukan sekitar pukul 6 pagi, Rabu (27/4)," kata kapten polisi provinsi Chumpon, Thailand, Panuwat Chomyong, yang dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, aparat Thailand membongkar jalur perjalanan Rohingya yang dibantu oleh para penyelundup manusia. Temuan kali menunjukkan bahwa para penyelundup mulai mencari jalur baru untuk menuju Malaysia.
Selama bertahun-tahun, Thailand tutup mata terhadap perjalanan penyelundup manusia yang membawa puluhan ribu pengungsi Myanmar dan Bangladesh menuju Malaysia. Organisasi HAM mengatakan, aparat Thailand entah mengabaikan atau telah mendapatkan keuntungan dari praktik itu.
Kebanyakan warga Rohingya menjadi korban para penyelundup. Mereka dipindahkan dari melalui laut ke hutan belantara, dipukuli, diperkosa dan disiksa sampai akhirnya dibebaskan setelah kerabat mereka membayar tebusan dan dikirim ke Malaysia.
Penggerebekan aparat Thailand menemukan kuburan massal di tempat Rohingya disekap. Thailand menahan lebih dari 90 tersangka penyelundupan manusia, termasuk seorang jenderal senior.
Ratusan Rohingya juga terdampar di Aceh tahun lalu dalam perjalanan mengarungi lautan menuju Malaysia. kebanyakan mereka dalam kondisi mengenaskan karena kelaparan atau kehausan di dalam perahu kecil yang penuh sesak.
Panuwat mengatakan, perjalanan Rohingya menuju Malaysia kini sepertinya akan menempuh jalur darat melalui Thailand. Polisi mengatakan, perjalanan Rohingya dimulai di kota Mottama di negara bagian Mon, bagian timur Myanmar. Kota ini tidak memiliki warga Rohingya, namun sangat dekat dengan perbatasan Thailand dan Myanmar.
"Polisi pantai dan angkatan laut berjaga sepanjang perbatasan Myanmar. Jadi saya perhatian, sekarang kebanyakan Rohingya melalui rute darat," kata Panuwat. (den)