Dalam setengah tahun terakhir, serangan warga Palestina telah menewaskan 28 warga Israel dan dua warga AS. Pasukan Israel menewaskan sekitar 193 warga Palestina, 130 ditengarai melakukan serangan terhadap warga Israel. Banyak warga Palestina tewas ditembak tanpa alasan yang bisa dibenarkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Kesehatan Palestina mengidentifikasi dua orang yang ditembak mati adalah Maram Abu Ismail, 23, dan adiknya yang masih berusia 16 tahun, Ibrahim Taha.
Polisi, yang menjaga ketat keamanan selama liburan Paskah Yahudi, mengeluarkan foto tiga pisau yang mereka gunakan.
Alaa Soboh, sopir bus Palestina yang menjadi saksi mata kejadian tersebut, mengatakan kepada Reuters kakak-beradik tersebut seperti tidak paham dengan prosedur perlintasan pos pemeriksaan dan menantang pasukan keamanan.
"Begitu mereka menyeberang, (pasukan Israel) mulai berteriak 'mundur, mundur', dan kemudian mereka mulai menembak. Yang pertama mereka menembak gadis itu...adiknya mencoba untuk mundur, ketika mereka menembakkan tujuh peluru ke arahnya," kata Soboh.
Penikaman marak dilakukan warga Palestina sejak Oktober tahun lalu, menyusul mandeknya perundingan damai dan berlanjutnya pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat, serta penutupan akses Al-Aqsa oleh Israel.
Belakangan aksi penikaman, penembakan dan penabrakan mobil yang sebelumnya terjadi setiap hari mulai berkurang. Israel mengatakan, hal ini terjadi berkat kerja sama dengan aparat Palestina di Tepi Barat dan pengawasan yang ketat di media sosial untuk mengidentifikasi warga yang potensial melakukan serangan. (den)