“Saya akan pergi ke masjid dengan rompi penuh amunisi,” tulisnya dengan nama samaran UNObserver.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, radio publik Swedia, SR, melaporkan bahwa rapat Partai Demokrat Swedia regional pada Rabu (27/4) memutuskan untuk menghentikan Karlsson dari politik. Kasus ini pun akan ditransfer ke kantor partai nasional.
Dalam wawancara dengan harian Jonkopings Posten pada Selasa (26/4), Karlsson mengatakan bahwa ia meyakini adanya perbedaan dalam kehidupan manusia yang juga berbeda secara genetik terkait dengan kebaikan dan kepandaian mereka.
Dengan nama samaran itu, Karlsson juga diduga menulis bahwa saat ia bekerja di misi Perserikatan Bangsa-Bangsa, ia membantu menghentikan aksi “kekerasan Muslim” di dalam gereja ketika mereka sudah menyalakan api dan membakar orang di dalamnya. (ama)