Diberitakan Reuters yang mengutip kantor berita KCNA, Jumat (29/4), Kim Dong Chul ditahan oleh Korut pada Oktober tahun lalu. Akhir Maret lalu, Kim mengakui bahwa dia dalam misi spionase atas perintah Korea Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia ditahan ketika menerima stik USB yang berisi rahasia militer dan nuklir Korut dari seorang sumber. Menurut media China Xinhua, Kim mengaku dikenalkan dengan mata-mata Korsel oleh agen intelijen Amerika Serikat.
Badan intelijen Korsel membantah terlibat dalam dugaan aksi spionase tersebut, namun menolak memaparkan bantahan tersebut lebih lanjut.
Korut, negara yang dikritik karena pelanggaran HAM berat, selama bertahun-tahun telah menggunakan tahanan asing untuk memancing tokoh-tokoh dari AS datang ke negara itu. AS dan Korut sendiri tidak memiliki hubungan diplomatik.
Dari berbagai kasus sebelumnya, setelah petinggi AS datang ke Korut dan melakukan perundingan, tahanan akan dibebaskan.
Sebagian tahanan yang dibebaskan dan telah kembali ke negara masing-masing mengubah pengakuan mereka, membantah semua tuduhan. Hal ini menyiratkan adanya paksaan yang disertai siksaan untuk mengakui hal yang tidak mereka lakukan.
Saat ini diketahui ada enam warga asing yang ditahan di Korut, selain Kim ada tiga warga Korut yang dipenjara.
Warga AS lainnya yang ditahan adalah Otto Warmbier, divonis 15 tahun kerja paksa pada Maret lalu karena kejahatan pencurian spanduk propaganda. Tahanan lainnya adalah seorang pastur Kanada keturunan Korea yang divonis penjara seumur hidup. (den)