Terkait perilisan ini, petugas intelijen dan kepolisian New York City melakukan langkah pencegahan dengan menghubungi seluruh individu yang terdapat dalam daftar itu. Namun, sumber Reuters menyatakan para penegak hukum tidak yakin ancaman serangan itu akan terbukti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daftar semacam ini bukan kali pertama dirilis oleh simpatisan ISIS. Tahun lalu, kelompok yang terkait dengan militan ISIS juga merilis nama, alamat dan foto dari 100 personel militer AS dan menyerukan para pengikutnya untuk menyerang mereka.
Sejak mengumumkan diri sebagai Negara Islam, kelompok ISIS masih menguasai sejumlah daerah di Suriah dan Irak, meski di beberapa wilayah kedua negara, militan ISIS berhasil dipukul mundur.
ISIS juga telah mengklaim sejumlah serangan besar di berbagai negara, termasuk serangan di Paris pada November lalu yang menewaskan 130 orang.
Pihak berwenang AS sendiri sejauh ini sudah menangkap lebih dari 70 orang yang mencoba untuk mendukung ISIS sejak 2013. (ama)