Diberitakan CNN yang mengutip pernyataan pemerintah Singapura, Rabu (4/3), kedelapan pria itu adalah anggota dari "ISIS Bangladesh" atau ISB dan berencana berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok ini telah mengidentifikasi beberapa lokasi serangan di Bangladesh. Namun tidak ada indikasi mereka akan melakukan serangan di Singapura.
Pria berusia antara 26 hingga 34 tahun itu bekerja secara resmi di sektor konstruksi dan industri perikanan Singapura. Mereka ditahan dengan dasar Undang-undang Keamanan Dalam Negeri yang memungkinkan aparat Singapura memenjarakan seseorang hingga dua tahun tanpa proses pengadilan.
Singapura adalah negara dengan populasi pekerja dari Asia Selatan terbanyak, terutama di sektor konstruksi. Peningkatan ancaman teror di Asia membuat pemerintah Singapura kian waspada.
Januari lalu, Singapura menahan 27 pekerja asal Bangladesh atas tuduhan perencanaan terorisme. Sebanyak 26 di antaranya dideportasi, sementara seorang lainnya dipenjara di Singapura karena merupakan pendatang ilegal.
Polisi Singapura menyita beberapa material ekstremisme dari mereka. Di antaranya adalah video latihan perang anak-anak di kamp militer ISIS dan video eksekusi. (den)