Trump kini menjadi kandidat capres tunggal dari Republik setelah rivalnya, John Kasich, Ted Cruz dan Jeb Bush memutuskan mundur dari bursa capres. Trump kini tengah berusaha menggalang dukungan dan suara bulat dari dalam partainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Donald Trump tidak menunjukkan kekuatan karakter. Dia tidak menunjukkan rasa hormat terhadap Konstitusi. Dan, dia bukan konservatif yang konsisten. Alasan ini lah yang membuat saya tidak akan mendukung pencalonannya," kata Bush, sembari menambahkan dia jug atak akan mendukung kandidat capres dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.
Namun, pada Jumat lalu Trump mendapat dukungan dari mantan calon presiden Partai Republik, Bob Dole. Dole sendiri mengalami kekalahan dari Bill Clinton pada 1996 dalam pertarungan capres.
Pada Jumat, Trump juga meluncurkan serangan terhadap Clinton dengan mengungkit kembali penggunaan server pribadi untuk surat elektronik Clinton ketika menjabat sebagai menteri luar negeri AS. Kasus ini masih didalami oleh FBI.
"Skandal email itu seharusnya membuat dia keluar (dari pencalonan presiden) tapi saya pikir itu tidak akan terjadi, karena saya kira ia dilindungi oleh Demokrat," kata Trump.
Selain Obama, Ketua DPR AS, Paul Ryan, mengungkapkan kecemasan dengan pencalonan Trump. Ryan mengaku tidak siap untuk mendukung pencalonan Trump.
Namun, menurut pernyataan kantor Ryan, pihaknya mengundang Trump untuk bertemu dengan pejabat DPR dari Partai Republik pekan depan. (ama)