"Umat Islam harus fokus pada jihad di al-Sham (Suriah) dan menyatukan para mujahidin yang berada di sana," kata Hamza Bin Laden dalam pesan audio yang diunduh secara daring, dikutip dari The Guardian, Senin (9/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zawahiri juga mendesak berbagai kelompok militan di Suriah untuk bersatu, meski menolak kekhalifahan ISIS.
"Persoalan hari ini adalah masalah hidup dan mati," kata Zawhari dalam pesan audio yang diunduh ke media online pada Sabtu (7/5).
"Pilihannya adalah Anda bersatu untuk hidup sebagai Muslim dengan martabat, atau Anda berperang dan terpecah dan dihabisi satu per satu," tambahnya, seperti yang dilansir kelompok pengawas intelijen Site.
Kelompok militan Front al-Nusra, yang turut bertempur melawan ISIS, merupakan cabang dari al-Qaidah.
Putra bin Laden menyatakan bahwa Suriah merupakan "medan perang terbaik" untuk membebaskan al-Quds, nama Arab untuk Yerusalem.
"Jalan menuju pembebasan Palestina lebih pendek dibandingkan sebelum revolusi Suriah," kata Hamzah.
Para pejabat intelijen AS mengatakan bahwa Hamza adalah putra kesayangan Osama bin Laden, dalang penyerangan dari 9/11, yang telah dilatih untuk mengambil alih kepemimpinan al-Qaidah. (ama)