Fakta ini terkuak ketika kantor berita Korut memberitakan hasil akhir Kongres Partai Pekerja itu. Dalam dokumen yang dipublikasikan oleh harian resmi Partai Pekerja, Rodong Simmun, Ri tercatat sebagai anggota pengganti dari Komite Biro Politik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korea Utara secara resmi merilis foto Ri baru-baru ini, jadi kami yakin bahwa ia tidak dieksekusi," ucap sumber itu kepada CNN, Selasa (10/5).
Saat laporan mengenai eksekusinya tersebar luas, Ri menjabat sebagai kepala staf umum Tentara Korea Utara sejak 2013. Belum jelas apakah ia masih menempati posisi itu.
Seperti diberitakan CNN, perubahan berita secara tiba-tiba ini menunjukkan sulitnya mendapatkan informasi di negara yang tertutup seperti Korut. Akses media di dalam Korut saja sangat dikontrol.
Namun, eksekusi sudah dikenal luas menjadi alat politik bagi pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, untuk mengonsolidasikan kekuatannya.
Mei tahun lalu, Menteri Pertahanan Korut, Hyon Yong-chol, dieksekusi mati di depan publik atas tuduhan pengkhianatan. Ia dieksekusi dengan senapan anti-pesawat.
Tak hanya itu, paman Kim, Jang Song-thaek, yang dituduh sebagai pengkhianat sepanjang masa, juga dieksekusi mati pada 2013. (ama)