Hal ini disampaikan Erdogan dalam pertemuan militer negara-negara Balkan pada Rabu (11/5) seperti dikutip Reuters. Erdogan dalam pidatonya juga mengatakan bahwa negara yang menuding Turki telah membantu ISIS telah berkata "jahat."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komentar Erdogan ini disampaikan empat hari setelah pasukan Turki yang tergabung dalam koalisi internasional menewaskan 48 anggota ISIS di Suriah.
Akibat perlawanan terhadap ISIS kota di perbatasan Turki menjadi sasaran serangan roket yang ditembakkan dari Suriah sejak Januari lalu. Di provinsi Kilis, sedikitnya 20 orang tewas dan hampir 70 lainnya terluka akibat rokter tersebut. ISIS juga kerap melancarkan serangan bom bunuh diri di kota-kota besar Turki, menewaskan puluhan orang.
Turki juga menanggung beban atas konflik yang mendera Suriah dengan menampung 3 juta pengungsi asal negara itu. Pemerintah Erdogan menurut kantor berita Anadolu telah mengeluarkan dana hingga US$10 miliar untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi sejak konflik Suriah bermula tahun 2011.
Selain melawan ISIS, Turki juga tengah memerangi kelompok separatis Kurdi, PKK. Kelompok ini dianggap sebagai organisasi teroris oleh Uni Eropa, Amerika Serikat dan Turki. (den)