"Ya, saya akan segera datang," kata Trump dalam wawancara dengan harian Israel Hayom pada Rabu (11/5). Harian itu dikenal dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam wawancara itu, Trump terus meluncurkan kritiknya terhadap Presiden Barack Obama atas kebijakan nuklir dengan Iran yang ditentang oleh Netanyahu.
"Ancaman baru-baru ini terhadap Israel lebih penting dari sebelumnya karena kebijakan Presiden Barack Obama terhadap Iran dan kesepakatan nuklir," katanya.
"Saya pikir orang-orang Israel banyak menderita karena Obama," tuturnya.
Kandidat calon presiden AS kerap kali melakukan kunjungan ke Israel, sebagai upaya meningkatkan pendekatan kebijakan luar negerinya. (ama)