Dilansir CNN, Gill Parker Payne, 37, yang berasal dari Gastonia, North Carolina, Amerika Serikat, akan menjadi tahanan rumah selama dua bulan, menurut dokumen kesepakatan penggugat dan tergugat di Pengadilan Distrik New Mexico, Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya berhenti di samping tempat duduknya, melihat K.A, dan memintanya melepas hijabnya, menyatakan sesuatu, ‘Lepaskan! Ini Amerika!’ dan saya meraih bagian belakang hijabnya dan menariknya, membuat kepala K.A terekspos. Akibatnya, K.A merasa dianiaya dan dengan cepat memasang jilbabnya kembali dan menutupi kepalanya lagi,” ujar Payne dalam dokumen kesepakatan.
Hukuman terberat bagi pelanggaran hukum serupa adalah satu tahun penjara, denda US$100 ribu, hukuman percobaan hingga lima tahun dan penggantian ganti rugi.
“Tak peduli keyakinan seseorang, semua warga Amerika berhak menjalankan keyakinan agama mereka bebas dari diskriminasi atau kekerasan. Menggunakan kekerasan terhadap seseorang karena agama mereka adalah penghinaan terhadap nilai fundamental negara ini,” ujar Asisten Jaksa Umum Vanita Gupta, kepala Divisi Hak Sipil Departemen Keadilan AS, pada Jumat lalu.
Sebelum ini, insiden yang melibatkan penumpang Muslim di pesawat AS sudah kerap terjadi. Seorang penumpang Muslim, misalnya, pernah diusir dari pesawat hanya karena berbicara dalam bahasa Arab melalui telepon. (stu)