Pemandangan memilukan tersebut diabadikan oleh fotografer Reuters di kota Ahmedabad, India, Selasa (17/5). Telanjang kaki dan diselimuti debu, Shivani menghabiskan sembilan jam di luar ruangan yang suhunya bisa mencapai 40 derajat celcius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mengikat dia agar tidak keluyuran ke jalan. Putra saya berusia 3,5 tahun sehingga tidak bisa menjaga dia," kata wanita berusia 23 tahun itu, sembari menutupi wajahnya dengan sari.
"Tempat ini ramai lalu lintas. saya tidak punya pilihan, ini demi keamanan," lanjut dia.
Shivani diikat di batu sementara ibunya bekerja. (Reuters/Amit Dave) |
Bukan pemandangan yang aneh di India melihat anak-anak berlumuran debu dan lumpur, berkeliaran di jalanan, sementara orang tua mereka membawa batu bata atau menggali untuk pembangunan jalan atau rumah mewah.
Kebanyakan pekerja kasar ini tinggal di tenda-tenda dekat lokasi proyek. Shivani dan keluarganya tidak lebih beruntung, balita malang ini tidur beratapkan langit di malam hari.
Prabhat Jha, kepala perlindungan anak di lembaga Save the Children India, mengatakan fasilitas penitipan anak sangat langka dan biasanya mahal.
Shivani diikat ke batu sementara ibunya bekerja. (Reuters/Amit Dave) |
Perusahaan konstruksi di India menggunakan jasa orang-orang seperti Kalara karena upah mereka yang murah. Biasanya kontraktor memboyong warga satu desa untuk pekerjaan-pekerjaan kasar seperti penggalian dan pengangkutan.
Shivani seperti anak-anak pekerja konstruksi lainnya baru ditengok orang tuanya saat istirahat makan siang. Biasanya jika usia mereka telah tujuh atau delapan tahun, anak-anak ini akan dititipkan ke kakek-nenek mereka di kampung.
Shivani dan ibunya, Kalara. (Reuters/Amit Dave) |
"Mereka tidak peduli pada kami atau anak-anak kami, mereka hanya peduli pada pekerjaan," kata dia.
Saat fotografer Reuters, Amit Dave, mendatangi lokasi itu di hari berikutnya, beberapa pekerja menimpuki dirinya dengan batu. (den)
Shivani diikat di batu sementara ibunya bekerja. (Reuters/Amit Dave)
Shivani diikat ke batu sementara ibunya bekerja. (Reuters/Amit Dave)
Shivani dan ibunya, Kalara. (Reuters/Amit Dave)