Kabar ini pertama kali diterima oleh pemerintah ketika tentara bersama kelompok sipil menyelamatkan gadis itu di dekat Damboa pada Selasa (17/5). Pejabat pemerintahan kemudian mengonfirmasi bahwa Amina merupakan salah satu gadis yang diculik dari sekolah di Chibok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditemukannya Amina tentu merupakan kabar baik bagi keluarganya. Tahun lalu, ibunda Amina, Binta Amina Nkeki, mengatakan bahwa suaminya sakit sampai meninggal beberapa bulan setelah penculikan itu karena tertekan memikirkan nasib anaknya.
"Setelah Amina diculik, hanya dua [anak kami] yang masih hidup. Putra saya meminta saya untuk tenang dan berhenti menangis. Ia mengingatkan bahwa saya bukan satu-satunya orang tua yang kehilangan anaknya," ujar Binta dalam salah satu wawancara tahun lalu, seperti dikutip Reuters.
Kini, Amina sudah berada di Maiduguri, ibu kota Borno. Menurut juru bicara presiden, Garba Shehu, Amina akan dibawa ke ibu kota Nigeria, Abuja, untuk bertemu dengan Buhari.
Penyelamatan Amina ini dapat menjadi dorongan untuk Buhari, mantan pemimpin militer yang bertekad meredam pemberontakan Boko Haram dalam kampanyenya pada 2015 lalu.
Boko Haram menculik 276 gadis dari sebuah sekolah di Chibok pada April 2014 lalu sebagai bagian dari upaya pemberontakan demi membangun negara Islam di bagian utara negara itu.
Beberapa gadis korban penculikan itu memang berhasil melarikan diri. Namun, para orang tua gadis yang masih menghilang menuding presiden Nigeria kala itu, Goodluck Jonathan, tidak melakukan upaya keras untuk menyelamatkan anak mereka.
Jonathan akhirnya kalah dalam pemilu pada Maret 2015 dan menyerahkan jabatannya kepada Buhari. (ama)