"Ketika helikopter-helikopter menjalankan misi, kesimpulan yang dicapai adalah satu helikopter kemungkinan diserang dan dijatuhkan dengan senjata pertahanan udara, bisa jadi rudal, kemungkinan ditembakkan dari darat," demikian bunyi pernyataan resmi militer Turki, seperti dikutip Reuters, Kamis (19/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini, penyelidikan masih terus berjalan. Sejauh ini, diketahui bahwa pertempuran itu menewaskan delapan tentara dan dua pilot.
Setelah gencatan senjata gagal dijalankan pada Juli lalu, wilayah tenggara Turki selalu diwarnai baku hantam terburuh sejak pergolakan pemberontakan PKK pada medio 1990-an.
PKK dianggap sebagai organisasi teroris oleh Turki, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.
Pada Rabu (18/5), pemerintah Turki mengatakan bahwa Presiden AS, Barack Obama, menelepon para pemimpin di Ankara untuk memperkuat kerja sama dalam memerangi semua organisasi teroris, termasuk PKK. (stu/stu)