Menteri Manajemen Bencana dan Pertolongan, Mofazzal Hossain Chowdhury Maya menyatakan bahwa pihak berwenang di dataran rendah Bangladesh memindahkan sekitar 500 ribu warga ke 3.500 tempat penampungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa warga terluka lantaran angin kencang merusak rumah mereka dan menumbangkan pepohonan, toko serta tiang listrik. Topan juga menyebabkan sejumlah wilayah tergenang air hingga lebih dari satu meter di atas ketinggian air pasang normal.
Pihak berwenang juga mengevakuasi warga yang tinggal di bagian berbukit Chittagong, karena hujan yang terus-menerus akibat topan memicu terjadinya longsor.
Para pejabat juga menangguhkan penerbangan di bandara Chittagong, sedangkan Bangladesh Inland Water Transport Authority membatasi pergerakan semua kapal dan feri.
Kantor prakiraan cuaca menyarankan agar kapal nelayan dan kapal pukat untuk tetap di tempat penampungan sampai Minggu (22/5) siang.
Bangladesh sering kali diterpa topan. Pada 2007, lebih dari 3.000 warga tewas akibat Topan Sidr. Sementara, sekitar 200 warga meninggal untuk akibat Topan Aila pada 2009. (ama)