"Korea Utara merupakan kekhawatiran yang besar bagi kita semua," kata Obama dalam konferensi pers pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi G7 di Jepang, dikutip dari The Guardian, Kamis (26/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jelas bahwa secara ideologi mereka dan Kim Jong Un yakin, bahwa legitimasi mereka terkait dengan perkembangan senjata nuklir," tutur Obama.
Obama juga menyatakan tengah bernegoasiasi dengan China untuk mengatasi tindakan agresif Korut.
"Kamu melihat respon yang membaik dari China dan negara sekitar di kawasan itu, terkait kemungkinan Korea Utara menjual senjata atau materi rudal ke negara lain," kata Obama.
Obama berkunjung ke Jepang untuk menghadiri KTT G7, bersama dengan pemimpin Inggris, Perancis, Italia, Jerman dan Kanada.
Obama dijadwalkan akan berkunjung ke Hiroshima, kota yang pernah hancur lebur akibat bom atom sekutu menjelang akhir Perang Dunia II.
Terkait hal ini, Obama menyatakan, "Penjatuhan bom atom merupakan titik perubahan dalam sejarah modern. Ini sesuatu yang harus kita hadapi. Latar belakang nuklir akan selalu menghantui ingatan kita."
Obama menambahkan bahwa seluruh negara harus memiliki "perasaan terdesak" terhadap ancaman perang nuklir.
"Tugas meredam konflik dan membangun perdamaian belum selesai," katanya.
Masih soal nuklir, Obama juga sempat menyinggung kesepakatan antara Iran dengan enam negara kekuatan dunia, termasuk AS, yang menyebutkan Iran harus mengurangi program nuklirnya. Kesepakatan itu, lanjut Obama, merupakan "keberhasilan yang besar." (ama)