Diberitakan CNN yang mengutip kantor berita Mesir Al Ahram, Kamis (27/5), sinyal tersebut berasal dari pemancar pelacak darurat pesawat. Benda ini bisa dinyalakan secara manual atau otomatis saat terjadi tabrakan atau kecelakaan. Sinyal yang dikeluarkan berbeda dengan ping dari kotak hitam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sinyal dari pemancar ini bisa tertangkap oleh satelit. Belum jelas kapan Airbus menerima sinyal tersebut, namun biasanya pemancar mengeluarkan tanda darurat beberapa jam setelah kecelakaan, bukan beberapa hari kemudian.
Pihak Airbus di Perancis menolak berkomentar soal tangkapan sinyal tersebut. "Kami mendukung semua pihak dalam penyelidikan dan kami tidak akan berkomentar, atau memberikan spekulasi apa pun," kata pernyataan Airbus.
Pesawat EgyptAir MS804 yang membawa 66 orang itu terbang dari Paris menuju Kairo dan hilang di Laut Mediterania sesaat setelah memasuki wilayah udara Mesir. Pesawat jatuh ke laut, namun penyebabnya belum diketahui.
Sejauh ini, beberapa serpihan pesawat seperti rompi pelampung, barang pribadi penumpang dan bagian pesawat telah ditemukan. Bagian tubuh penumpang juga ditemukan dan aparat Mesir tengah mengidentifikasinya.
Tim pencari saat ini tengah berburu dengan waktu untuk menemukan bagian yang penting dari pesawat, termasuk kotak hitam dan bagian pencatat data penerbangan.
"Jika mereka tidak menemukan kotak hitam dalam waktu 30 hari ke depan, pekerjaan menemukan benda itu akan semakin sulit karena kotak hitam tidak akan lagi mengeluarkan sinyal ping," kata pengamat penerbangan Justin Green. (den)