Penggerebekan terhadap kapal ini terjadi usai tertangkapnya enam warga negara Malaysia dengan 150 kilogram sabu dan 50 kilogram sabu dari dua lokasi yang berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Delapan warga China, semua laki-laki berusia antara 37 dan 56 tahun, yang menumpangi kapal itu ditahan karena terkait dengan penyitaan obat-obatan terlarang ini," ujarnya.
Polisi menyatakan bahwa penangkapan dan penyitaan ini merupakan kasus kedua terbesar di Australia. Sebelumnya, polisi menyita sekitar 320 kilogram pada September lalu.
Polisi memperkirakan nilai dari penyitaan ini sekitar AU$200 juta atau sekitar Rp1,9 triliun.
Awal tahun ini, Reuters mengungkapkan resiko pencucian uang dan pengiriman uang bawah tanah tengah berkembang di Australia.
Keputusan dari sejumlah bank besar Australia tahun lalu untuk menghentikan bisnis pengiriman uang dalam bentuk valuta asing yang bernilai sekitar US$35 miliar menyuburkan praktik pengiriman uang bawah tanah.
Menurut para regulator, operator yang menangani pengiriman uang dan polisi, keputusan ini juga menunjukkan Australia lemah dalam melawan pencucian uang dan kejahatan keuangan. (ama)