Militan ISIS masuk ke Kota Marea yang berada di bawah kontrol pemberontak pada Sabtu kemarin, menggunakan setidaknya dua bom mobil. Bentrokan terus berlanjut, menurut lembaga pemantau Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris.
Serangan oleh ISIS dimulai Jumat, dengan memotong jalur yang menghubungkan Marea dengan kota lain yang juga berada di tangan pemberontak, Azaz. Dan ini menurut Observatory merupakan salah satu serangan terbesar ISIS di utara Aleppo dalam dua tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertempuran dalam dua hari terakhir saja telah menewaskan 27 warga sipil dan 41 orang milisi.
Sementara itu, serangan udara pimpinan Amerika Serikat meluncurkan serangan ke posisi ISIS di satu desa yang direbut oleh kelompok militan itu dari pemberontak.
ISIS pada Jumat masuk melalui wilayah sempit yang dikuasai oleh pemberontak dan terhubung dengan perbatasan Turki.
Di sebelah barat wilayah itu adalah area yang dikuasi oleh milisi Kurdi, YPG dan sekutunya. Kelompok itu terpisah dengan pemberontak, namun juga bertempur melawan ISIS.
AS mendukung YPG dan sekutunya dalam serangan melawan ISIS di wilayah pedesaan utara yang berdekatan dengan Raqqa—ibu kota de facto ISIS. Selain itu, AS juga mendukung pemberontak FSA. (stu)