Keputusan ini merupakan hasil referendum warga yang memilih tidak menerima para pengungsi dengan alasan mereka tak akan cocok hidup di sana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal yang seharusnya dilakukan adalah membantu orang lain yang tak seberuntung kami. Ini membuat desa ini seperti tidak peduli dengan yang terjadi dengan orang lain dan hanya peduli dengan diri sendiri," ujar seorang ibu anonim seperti dikutip The Telegraph, Senin (30/5).
Namun, Wali Kota Oberwil-Lieli, Andreas Glarner, menampik tuduhan bahwa hasil pemilihan itu dipengaruhi motivasi rasisme. Menurut Glarner, warganya menolak karena mereka tidak diberi informasi apakah pengungsi itu berasal dari Suriah atau imigran ekonomi asal negara lain.
Jika berasal dari Suriah, kara Glarner, sebaiknya para pengungsi ditampung di kamp-kamp dekat negara mereka.
"Uang dapat dikirimkan untuk membantu mereka. Namun, jika kami menerima mereka, pesan yang sampai akan salah. Orang lain akan datang dengan merisikokan hidup mereka mengarungi lautan dan membayar penyelundup manusia untuk melakukan itu," katanya. (den)