Diberitakan CNN, juru bicara pasukan Irak Yahya Rasoul pada Senin pagi (31/5) mengatakan tahap baru operasi militer merebut Fallujah akan segera dilakukan. Beberapa daerah di kota itu berhasil direbut, dan ISIS telah terkepung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasukan Irak yang dibantu oleh militan Syiah yang menamakan diri Unit Mobilisasi Populer dan serangan udara koalisi AS anti-ISIS memulai operasi merebut Fallujah yang terletak 65 kilometer bagian barat Baghdad pada Senin pekan lalu.
Tahapan selanjutnya adalah merangsek masuk ke jantung kota Fallujah dan mengusir para militan. Tahap ini disebut yang paling berbahaya, bukan hanya bagi tentara Irak namun juga warga sipil di Fallujah jika terjadi pertempuran jarak dekat.
Badan pengungsi PBB memperkirakan ada sekitar 50 ribu warga yang terancam terjebak dalam pertempuran. PBB mengatakan, ISIS mulai mengeksekusi warga yang enggan angkat senjata.
"Ada laporan peningkatan jumlah eksekusi di antara pria dewasa dan remaja di Fallujah akibat menolak berperang bersama ISIS," kata Leila Jane Nassif, perwakilan PBB di Irak.
Pada Jumat lalu, ratusan orang terutama wanita dan anak-anak kabur dari Fallujah saat operasi militer berlangsung. Militer Irak menyatakan telah mengevakuasi sekitar 760 orang yang berhasil kabur dari bagian timur dan selatan Fallujah.
"Makanan langka di kota. Kami kebanyakan hanya makan kurma," kata Um Ahmed, warga Fallujah berusia 40 tahun. (den)