“Sayangnya tidak ada perencanaan tepat untuk operasi militer ini,” kata Hadi al-Amiri, pemimpin Organisasi Badr yang merupakan bagian dari koalisi milisi Syiah di Irak, dalam wawancara di televisi Al-Sumaria pada Minggu (5/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Amiri menuding otoritas Irak memindahkan aset militer menjauhi Fallujah, ke garis depan pertempuran di Mosul, ibu kota de facto ISIS di Irak utara.
“Saya yakin mengirimkan banyak kendaraan perang dan aset ke Makhmour, di bawah dalih pertempuran Mosul, adalah pengkhianatan terhadap pertempuran Fallujah,” kata Amiri.
[Gambas:Video CNN]
“Hari ini perencanaan militer dan tekanan Amerika bertujuan untuk melaksanakan operasi ini secara paralel dengan operasi membebaskan Mosul. Kami berkata kepada mereka, ‘Anda menolong atau tidak, kami akan memenangkan pertempuran Fallujah.’” tambahnya.
Abadi memerintahkan serangan ke Fallujah setelah serangkaian serangan bom yang diklaim oleh ISIS melanda wilayah Syiah di Baghdad, menewaskan hingga ratusan orang.
Fallujah akan menjadi kota besar ketiga di Irak yang direbut kembali oleh pemerintah Irak setelah kampung halaman mantan diktator Saddam Hussein, Tikrit, dan Ramadi, ibu kota provinsi barat di Anbar. (stu)