Kebanyakan warga Fallujah kini mengungsi akibat invasi ISIS dan upaya merebut kota oleh tentara Irak yang dibantu pasukan koalisi Amerika Serikat dan militan Syiah. Tinggal di pengungsian dan di tengah deru senapan membuat mereka sulit merasakan kebahagiaan Ramadan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peperangan membuat kehidupan mereka morat-marit. Banyak di antara mereka tewas saat berupaya kabur dari cengkeraman ISIS di Fallujah. Mereka yang memilih tinggal terancam nyawanya karena bisa jadi sasaran tembak.
Tradisi Ramadan bagi warga Fallujah seakan hilang tergerus konflik. Padahal dulu, bulan suci ini sangat dinantikan dan dijalani dengan bahagia.
"Kami dulu hidup nyaman di rumah. Kami biasa berpuasa dan menyambut Ramadan dengan bahagia, tapi sekarang hidup di tenda sangat sulit. Penyakit mewabah, dan terlalu panas," kata pengungsi lainnya, Sana Khamis.
Hal serupa juga terjadi di Damaskus. Warga mengeluhkan kesulitan ekonomi akibat konflik berdarah selama lima tahun, membuat mereka sulit merayakan Ramadan. (den)