Dilansir CNN, artefak tersebut termasuk patung religius, barang-barang terbuat dari perunggu dan tanah liat, beberapa sudah berusia lebih dari 2.000 tahun. Barang-barang itu dikembalikan kepada pemerintah India pada Senin kemarin, di Washington, D.C.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benda-benda itu diimpor oleh Subhash Kapoor, pemilik Art of the Past Gallery di New York. Investigasi menemukan ia terbukti mengimpor barang dengan mengelabui otoritas AS. Kapoor ditahan pada 2012 dan saat ini sedang menunggu persidangan di India.
“Hari ini, lebih dari 200 barang antik dan artefak budaya yang bercerita soal sejarah India yang menakjubkan dan kebudayaan yang indah akan memulai perjalanan mereka kembali ke rumah, di mana mereka bisa dipelajari bagi generasi mendatang,” ujar Lynch.
Di antara benda yang dikembalikan adalah patung Saint Manikkavacakar, punjangga dan pemimpin agama dari periode Chola (sekitar 850 masehi hingga 1250 masehi). Patung tersebut dicuri di Kuil Sivan di Chennai, India, dan bernilai US$1,5 juta (Rp19,8 miliar). Selain itu terdapat pula patung perunggu Dewa Ganesha yang diperkirakan berusia 1.000 tahun.
Sejak 2007, AS telah mengembalikan lebih dari 8.000 artefak curian ke 30 negara, termasuk lukisan dari Perancis, Jerman, Polandia dan Austria. (stu)