Diberitakan Reuters, selain mengawasi ujian, tim SWAT atau Tim Khusus Serangan Bersenjata bertugas membagikan kertas soal di Beijing. Tim SWAT adalah bagian dari keamanan khusus yang diturunkan, termasuk delapan orang polisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gaokao dianggap sebagai mimpi buruk bagi siswa SMA di China. Pasalnya, masa depan mereka bisa jadi ditentukan oleh lulus atau tidaknya dalam ujian ini. Bagi siswa pedesaan, ujian yang berlangsung selama dua hari ini adalah kesempatan untuk memperbaiki nasib.
Hanya ada sedikit tempat yang tersedia di universitas bagi 9,4 juta peserta ujian. Tidak heran, siswa SMA di China harus belajar keras dan mengambil berbagai les demi lulus gaokao.
Tekanan dari keluarga dan belajar hingga sembilan jam sehari demi gaokao memicu bunuh diri beberapa siswa dalam beberapa tahun terakhir. Tahun lalu sebuah sekolah di provinsi Hebei memasang teralis di setiap lantai demi mencegah para siswa bunuh diri jelang gaokao. Tidak heran, masa-masa ujian gaokao disebut "bulan kelam".
Kecurangan juga kerap terjadi dalam ujian ini. Aparat telah menemukan alat mencontek nirkabel dan menangkap sembilan orang menjual soal palsu. Puluhan orang tertangkap mencontek di berbagai kota. (den)