Sebelumnya, Paus Benediktus (dari Jerman), dan Paus Yohanes Paulus (seorang Polandia) juga mengunjungi kamp Auschwitz selama bertugas.
Pasukan Nazi Jerman mendirikan kamp Auschwitz-Birkenau selama Perang Dunia II, yang berada di selatan kota Polandia, Oswiecim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antara tahun 1940 dan 1945, Auschwitz berkembang menjadi sebuah kompleks besar yang terdiri dari barak, bengkel kerja, kamar gas dan krematorium. Sekitar 1,5 juta orang, sebagian besar merupakan orang Yahudi, meninggal di kamp tersebut.
Pasukan Soviet, Red Army, membebaskan kamp itu pada 27 Januari 1945.
Selama kunjungan ke sinagoga Roma pada Januari lalu, Paus Fransiskus mengimbau umat Katolik untuk menolak anti-Semitisme. Ia juga mengatakan bahwa Holocaust, di mana sekitar enam juta orang Yahudi dibunuh, harus mengingatkan semua orang bahwa hak asasi manusia harus dipertahankan dengan "kewaspadaan maksimal.”
Sebulan sebelumnya, Vatikan mengeluarkan dokumen utama yang menyatakan umat Katolik tidak harus mencoba untuk memengaruhi orang Yahudi berpindah agama. (stu)