Keputusan ini tersiar di tengah kekhawatiran bahwa Demokrat di ambang perpecahan suara karena Sanders membulatkan tekad untuk tetap berjuang melawan Clinton dalam perebutan kursi capres meskipun pemilu awal menunjukkan pria berusia 74 tahun itu sudah kalah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Sanders memastikan akan terus memantau hasil perhitungan suara akhir di California, di mana Clinton sudah dinyatakan menang. Menurutnya, hasilnya hanya akan terpaut tipis.
Sanders kemudian mengucapkan terima kasih kepada Obama dan Wakil Presiden AS, Joe Biden, karena mengambil sikap netral selama kampanye Partai Demokrat.
Tak lama setelah pertemuan itu, Gedung Putih merilis sebuah video di mana Obama menyatakan dukungannya terhadap Clinton dan mengucapkan selamat karena istri dari mantan presiden AS itu menjadi perempuan pertama yang memenangkan perebutan kursi capres.
"Saya rasa tidak ada yang lebih pantas untuk menangani kantor ini. Saya ingin kalian semua yang telah bersama saya selama ini sejak awal dalam sebuah perjalanan luar biasa untuk menjadi yang pertama tahu bahwa saya mendukung Hillary," tutur Obama, orang yang mengalahkan Clinton dalam pemilu delapan tahun silam.
Tak hanya itu, Obama juga mengumumkan akan ikut serta dalam kampanye Clinton di Wisconsin pada pekan depan.
Obama juga menyampaikan terima kasih kepada Sanders karena sudah melakukan kampanye yang luar biasa, menyorot isu-isu seperti kesetaraan ekonomi dan pengaruh uang dalam politik.
Pertemuan antara Obama dan Sanders di Gedung Putih ini merupakan kali kedua sejak putaran pemilu dimulai. Mereka juga sudah empat kali berbicara sepanjang bulan ini.
Pejabat Gedung Putih berharap Obama dapat mendukung Sanders menjadi sosok yang mempersatukan Partai Demokrat. (den)