Beberapa hari sesudah badan bantuan diizinkan mengirimkan makanan ke kota yang terkepung di Suriah, Daraya, untuk pertama kali sejak 2012, Paus menyatakan pencegahan pasokan mencapai daerah perang adalah pelanggaran hukum antarbangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada Januari, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon, juga menuduh pemerintah Suriah dan pemberontak menggunakan kelaparan sebagai senjata.
Ban menyebut kondisi itu sebagai kejahatan perang.
Paus lalu menyatakan negara kaya semakin tidak peka, kian kebal terhadap kesengsaraan orang lain, melihat masalah itu sebagai hal yang alami. Ia menganggap kehidupan manusia hanya menjadi sekedar pemberitaan.
Paus juga mengutuk sikap konsumtif penduduk negara kaya.
"Kita membuat buah dari bumi menjadi dagangan hanya untuk beberapa orang," ujar Paus.
"Kita selalu perlu diingatkan bahwa makanan yang terbuang adalah makanan dari meja orang miskin yang kelaparan," lanjutnya.
(ard/ard)