Setidaknya empat pelanggan kelab malam itu menyatakan bahwa mereka beberapa kali melihat Mateen menikmati minuman di bar dalam kelab tersebut, sebelum serangan terjadi. Salah satu pelanggan kelab, Ty Smith, menyatakan dia sudah puluhan kali bertemu Mateen di Pulse.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasangan Smith, Chris Callen, yang merupakan salah satu penampil di kelab itu dengan nama panggung Kristina McLaughlin, juga mengaku pernah beberapa kali melihat Mateen.
"Dia mengunjungi kelab ini setidaknya sudah tiga tahun," ujarnya.
Namun, baik Callen dan Smith menyatakan mereka tak lagi mengajak Mateen mengobrol, setelah pria 29 tahun mengancam mereka dengan sebilah pisau, usai seseorang bercanda tentang agama.
"Dia mengeluarkan pisau. Dia [Mateen] bilang, jika dia [Smith] pernah macam-macam dengannya, dia akan merasakan akibatnya," kata Callen.
[Gambas:Video CNN]
Aplikasi berkencan untuk gay
Pelanggan Pulse lainnya, Kevin West, menyatakan dia pernah pernah bertemu Mateen, usai janjian melalui aplikasi kencan gay, Jak'd. West juga mengaku pernah melihat Mateen tengah menikmati minuman di bar.
Pria gay lain, Cord Cedeno juga mengaku pernah mengontak Mateen dalam aplikasi yang sama, sekitar setahun lalu.
"Wajahnya sangat terlihat di foto di situs itu, sangat mudah dikenali," kata Cedeno, 23, warga asal Orlando.
Mateen merupakan pria kelahiran New York yang tinggal di Florida. Ia dikenal sebagai sosok yang pendiam, namun dalam beberapa tahun terakhir kerap melakukan tindak kekerasan.
Mantan istrinya, Sitora Yusufy, mengatakan Mateen mengidap bipolar, dan terganggu secara emosional karena sering menumpahkan kemarahan lewat kekerasan. Selama menikah, ia mengaku sering dipukuli karena hal-hal kecil.
Ayah Mateen, Seddique Mateen,dikenal sangat vokal mengomentari politik kampung halamannya, Afghanistan, dan pernah menyatakan dukungan terhadap Taliban. Namun dalam sebuah wawancara, Seddique mengatakan ia tak akan bisa memaafkan perbuatan anaknya.
Hingga saat ini, penyelidikan masih dilakukan pihak berwenang dan motif penembakan belum diketahui. (ama)