"Mempromosikan perlawanan [terhadap pandangan ini] sangat penting terutama di saat rasa saling tidak percaya tersebar," kata Gauck, dalam acara buka puasa bersama di Moabit, distrik miskin di Berlin dengan populasi mayoritas imigran Muslim, dikutip Reuters, Senin (13/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jerman berada di garis depan dalam upaya mengintegrasikan imigran ke Eropa setelah lebih dari 1 juta pengungsi Timur Tengah dan Afrika, yang kebanyakan Muslim, membanjiri benua itu tahun lalu.
Gelombang pengungsi dari Suriah, Libya dan Irak ini memicu ketegangan di tengah masyarakat Jerman. Pengungsian diserang dan partai anti-imigran, Alternatif untuk Jerman, AfD, menjadi salah satu kekuatan politik yang mengatakan Islam tidak sesuai dengan konstitusi dan menyerukan larangan pembangunan menara serta pemakaian cadar.
Gauck mengatakan upaya integrasi di Jerman telah membuahkan hasil. Menurut dia, kini di Jerman banyak Muslim yang menentang interpretasi radikal dari al-Quran.
"Semua yang merayakan iftar bersama hari ini bisa menyatakan: Hidup bersama itu mungkin," tutur Gauck.
(ama)