Trump merencanakan pertemuan itu terkait serangan penembakan di kelab gay Pulse, di Orlando, Florida, pada Minggu (12/6) yang menewaskan 50 orang dan melukai puluhan orang lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seakan sependapat dengan Trump, dalam tulisan opini di USA Today, Selasa (14/6) direktur eksekutif NRA, Chris Cox, mengatakan bahwa upaya untuk menghapuskan Amandemen Kedua Konstitusi AS soal kebebasan memiliki senjata api malah justru akan membuat warga Amerika ketakutan.
"Mereka [pemerintahan Presiden AS Barack Obama] putus asa dalam menciptakan ilusi bahwa mereka telah melakukan sesuatu untuk melindungi kita karena kebijakan mereka tidak bisa dan tidak akan membuat kita aman," kata Cox.
Cox menyinggung soal Mateen yang telah beberapa kali diinterogasi FBI. Menurut Cox, Mateen tidak bisa dihentikan saat itu karena Obama menerapkan "pembenaran politik".
Pembenaran politik atau political correctness adalah istilah yang digunakan di AS untuk menyebutkan bahwa sebuah kebijakan, perkataan atau keputusan pemerintah diambil dengan sangat hati-hati agar tidak menyinggung kelompok tertentu.
"Sayangnya, pembenaran politik pemerintah Obama mencegah dilakukannya sesuatu terhadap hal tersebut," tulis Cox.