“Seluruh warga AS, termasuk warga Muslim, tentu saja tidak ingin terjadi lagi aksi terorisme. Mereka tak ingin aksi tersebut menodai ajaran baik dalam agama mereka,” kata Corney di hadapan awak media dalam jumpa pers terkait aksi penembakan di kelab gay Orlando pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Corney seakan bertentangan dengan pernyataan bakal calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, yang sebelumnya menyatakan kalau warga Muslim di AS menutupi kegiatan ekstrimisme yang berpotensi aksi terorisme.
Ketika diwawancara CNN pada Senin (13/6), Trump mengatakan kalau warga Muslim patut dicurigai.
“Mereka tidak saling melaporkan. Mereka tidak ingin melaporkan anggotanya, meski melakukan tindakan yang mencurigakan,” kata Trump.
(ard/ard)