"Kami akan mendiskusikan cara memperluas kerja sama mengatasi ancaman konvensional dan asimetri di kawasan, termasuk mengalahkan ISIS, membahas situasi di Yaman, dan melawan pengaruh Iran yang kontradiktif. Kami juga akan membahas kemampuan gabungan, termasuk memperluas koordinasi pasukan khusus," ujar Carter saat menyambut Salman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rangkaian kunjungan di Amerika Serikat ini, Salman juga dijadwalkan akan bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Presiden Barack Obama.
Sejak tiba di AS, Salman sudah bertemu dengan Menteri Luar Negeri, John Kerry, dan Menteri Perdagangan, Penny Pritzker, serta beberapa pejabat tinggi Kongres, termasuk senator dari Partai Republik, Tom Cotton.
Setelah pertemuan pada Rabu (15/6), Cotton merilis pernyataan berbunyi, "Fokus kami adalah kepentingan pertahanan bersama, termasuk upaya kontra-terorisme melawan Al-Qaidah dan ISIS dan ancaman dari agresi Iran di Suriah, Irak, Yaman, Timur Tengah."
Selain itu, Cotton dan Salman juga mendiskusikan isu ekonomi, termasuk visi Kerajaan Arab Saudi 2030, sebuah inisiatif "menjanjikan" dari Salman yang dianggap dapat memicu diversifikasi dan pembangunan di Saudi.
Setelah rangkaian lawatan tersebut, Salman dijadwalkan bertemu dengan Obama pada Jumat (17/6) waktu setempat. (den)