Di tahun 1990-an, anggota dewan di negara itu selalu menjadi sasaran pembunuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IRA sering mengincar menteri-menteri Inggris selama peristiwa The Troubles, yaitu konflik di Irlandia Utara yang menewaskan 3.500 orang dari tahun 1960-an hingga perjanjian damai diteken tahun 1998.
Orang dekat Thatcher lainnya, Airey Neave, juga terbunuh dalam bom mobil di Westminster tahun 1979. Sementara pada tahun 1984, pengeboman di Brighton menewaskan lima orang, termasuk anggota parlemen Konservatif Anthony Berry.
Kekerasan terhadap anggota dewan Inggris berlanjut pada tahun 2000. Politisi Partai Liberal Demokrat Nigel Jones dan asistennya diserang di Cheltenham, Inggris barat, oleh seorang pria bersenjatakan pedang Samurai. Penyerangnya adalah Robert Ashman yang terbukti bersalah dalam percobaan pembunuhan.
Tahun 2010, anggota dewan Inggris lainnya, Stephen Timms, nyaris tewas saat mahasiswa berusia 21 tahun menikamnya dalam pertemuan di konstituennya di timur London.
Mahasiswa itu, Roshonara Choudhry, mengaku teradikalisasi setelah mendengar ceramah militan al-Qaidah Anwar al-Awlaki. Timms diincar karena di amendukung perang Irak. Choudhry dipenjara seumur hidup atas percobaan pembunuhan tersebut.
Melirik sejarahnya, perdana menteri Inggris juga pernah jadi sasaran pembunuhan. Tahun 1812, Spencer Perceval menjadi satu-satunya PM Inggris yang tewas dibunuh.
Perceval ditembak dengan pistol oleh John Bellingham di lobi House of Commons, gedung parlemen Inggris. Bellingham dihukum gantung pada 18 Mei tahun itu, dua hari setelah pemakaman Perceval.