Diwawancara oleh CNN pada Minggu (19/6), Jaksa Umum Loretta Lynch mengatakan bahwa sebagian transkrip dari tiga panggilan Omaar Mateen, 29, pelaku penembakan, akan dipublikasikan Senin (20/6).
Lynch mengatakan para penyelidik berupaya untuk mendapat profil utuh Mateen, warga AS keturunan Afghanistan yang lahir di New York dan tumbuh di Florida.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas menyebut Mateen teradikalisasi sendiri.
Sebelumnya penyelidikan awal juga mengindikasikan Mateen secara mental terganggu. Ia disebut bertindak sendiri tanpa arahan dari jaringan luar, meski ia mengaku telah berbaiat kepada ISIS.
Meski begitu, Lynch tidak mengatakan apakah istri kedua Mateen, Noor Salman, atau orang lain, akan ikut ditetapkan menjadi tersangka.
“Karena investigasi ini sedang berlangsung, kami tidak mengomentari soal perang orang lain saat ini, kecuali mengatakan bahwa kami berbicara dengan semua orang yang mengenalnya, dan itu tentu saja termasuk keluarganya, untuk memastikan apa yang merka tahu, apa yang mereka lihar dalam beberapa hari atau minggu hingga ini terjadi,” ujarnya.
Kasus penembakan ini juga kembali mencuatkan perdebatan lama di Kongres AS terkait kontrol senjata.
Hari ini, Senin, Senat AS dijadwalkan akan melakukan pemungutan suara soal pengecekan latar belakang yang lebih luas dan pembatasan penjualan senjata bagi orang-orang yang berada dalam pengawasan terorisme.
FBI pekan lalu menyatakan bahwa Mateen berada dalam pengawasan antara Maret 2014 dan Maret 2014 setelah mengikrarkan dukungan kepada banyak kelompok ekstremis. (stu)