"Indonesia mengalami transmisi sporadis dari virus Zika yang berasal dari nyamuk. Kami mengimbau semua pelancong untuk menjaga dirinya sendiri dari gigitan nyamuk," demikian bunyi imbauan perjalanan tersebut seperti tercantum dalam situs resmi Kementerian Luar Negeri Australia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Virus Zika yang biasanya menyerang sel otak janin dan menyebabkan mikrosefalus ini awalnya ditemukan di Brasil pada 2015. Di Indonesia sendiri, kasus Zika pertama kali ditemukan pada Januari lalu, ketika seorang pria Sumatera diperiksa dan dinyatakan terjangkit virus tersebut meskipun tak pernah bepergian ke luar negeri.
Pada awal bulan ini, seorang anak buah kapal asal Jawa Timur dilaporklan tiba di Taiwan dengan gejala terjangkit Zika, seperti demam dan mata merah. Ia kemudian didiagnosis terjangkit virus tersebut.
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, kemudian menjelaskan bahwa keadaan WNI itu sudah berangsur membaik dan direncanakan kembali berlayar. (ama)