Saat insiden itu terjadi pada Selasa (21/6), Badran sedang dalam perjalanan dari arena renang di Desa Tira menuju rumahnya di Beit Ur al-Tahta ketika mobil yang ia tumpangi tiba-tiba ditembaki militer Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merujuk pada keterangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), insiden itu terjadi ketika sejumlah orang melemparkan batu dan molotov ke dekat jalan yang menghubungkan Yerusalem dan Tel Aviv melalui Tepi Barat. Tiga orang terluka dalam insiden ini, termasuk turis dari Inggris dan Belgia.
"Pasukan di daerah sekitar bertindak untuk melindungi kendaraan lain yang melintas dari bahaya dan melepaskan tembakan ke terduga pelaku," demikian bunyi pernyataan resmi IDF.
Kini, militer Israel sudah menahan dua tersangka insiden tersebut. Namun, keduanya itu bukanlah bagian dari yang terluka dalam penembakan di Tepi Barat itu.
Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erakat, mengecam kesalahan penembakan yang fatal ini dan mendesak pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memulai penyelidikan terhadap kasus "pembunuhan tak berdasar hukum terhadap warga Palestina, terutama anak-anak." (stu/stu)