Diberitakan CNN, hampir 46,5 juta orang terdaftar dalam referendum pertama di Inggris dalam 41 tahun itu. Peserta referendum termasuk warga Inggris di Wales, Skotlandia, Irlandia Utara dan Gibraltar, yang merupakan wilayah teritori Inggris di selatan pantai Spanyol.
Ada dua pertanyaan yang disajikan dalam selembar kertas referendum: Apakah Inggris tetap menjadi anggota Uni Eropa atau meninggalkan Uni Eropa?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inggris telah menjadi anggota Uni Eropa sejak tahun 1973. Pada tahun 1975, digelar referendum yang menetapkan keanggotaan Inggris di UE.
Warga Eropa yang tinggal di Inggris tidak diperbolehkan ikut dalam referendum kali ini, kecuali yang berasal dari Malta atau Cyprus, dua negara persemakmuran.
Hasil referendum akan diumumkan oleh wilayah, bukan konstituen. Ada 12 wilayah di Inggris yang mencakup daerah Skotlandia, Irlandia Utara, Wales, London dan delapan wilayah Inggris lainnya.
Pada Rabu malam, tokoh pendukung kedua kubu menyampaikan kampanye terakhir mereka. Perdana Menteri David Cameron mengatakan Inggris akan salah jalan jika keluar dari Uni Eropa.
"Kami tidak terikat pada bangkai. Anda bisa melihat pemulihan ekonomi Eropa. Eropa adalah pasar tunggal terbesar di dunia," kata Cameron dalam wawancara dengan BBC.
Sementara mantan wali kota London Boris Johnson yang berada di kubu yang berseberangan dalam kampanye di Pasar Ikan Billingsgate mengatakan sistem Uni Eropa telah cacat dan sudah waktunya Inggris berdiri menentukan sikapnya sendiri.
"Sudah waktunya berpisah dari sistem UE yang gagal dan cacat. Waktunya untuk memiliki hubungan yang baru dengan sahabat-sahabat dan mitra," kata Johnson. (stu)