Rencana patroli bersama ini merupakan gagasan yang dikemukakan ketika Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, mengadakan pertemuan trilateral dengan Menlu Filipina, Jose Rene Almendras, dan Menlu Malaysia, Anifah Aman, di Yogyakarta pada Mei lalu.
Dalam pertemuan itu, ketiga negara sepakat untuk mengadakan patroli bersama di perairan Filipina Selatan yang kerap menjadi medan penyanderaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai sekarang masih merumuskan SOP. Belum selesai pembahasannya," ujar Arrmanatha kepada awak media di Jakarta, Jumat (24/6).
"Kami terus mendorong agar pembicaraan itu cepat diselesaikan. Sejauh ini, prosesnya sangat baik," katanya.
Sebelumnya, Retno mengonfirmasi penyanderaan tujuh anak buah kapal WNI pada 20 Juni lalu oleh kelompok bersenjata Filipina.
"Pada tanggal 23 Juni sore, kami mendapatkan konfirmasi bahwa telah terjadi penyanderaan terhadap ABK WNI kapal tugboat Charles 001 dan kapal tongkang Robby 152," ujar Retno saat menyampaikan pernyataan resminya di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (24/6). (stu)